Jumat, 20 Mei 2016

Kesbangpol: Biarkan Eks Simpatisan PKI Berbaur dengan Masyarakat



Ilustrasi. Warga tolak ideologi komunisme. (Foto: Antara/M Risyal)

Metrotvnews.com, Jepara: Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik dan Perlindungan Masyarakat Kabupaten Jepara, Istono, menyebut jumlah mantan simpatisan Partai Komunis Indonesia di Jepara cukup banyak. Mereka tersebar di setiap kecamatan.

“Mereka (eks simpatisan PKI) jangan diutik-utik biar berbaur dengan masyarakat. Sampai sekarang tidak ada masalah, justru kalau diungkit-ungkit mereka akan bersikap ekslusif,” ujar Istono, ditemui di kantornya, Kamis (19/5/2016).

Meski mantan simpatisan PKI tersebar di setiap kecamatan, Istono melajutkan, sampai saat ini belum dijumpai peredaran atribut partai itu terlarang di masyarakat. 
"Kegiatan keorganisasian yang diselenggarakan eks simpatisan PKI juga tidak ada," katanya.

Terkait instruksi Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan, untuk mengecek lokasi kuburan massal korban 1965, Istono mengaku belum mendapatkan instruksi. 

“Intruksi langsung belum ada. Tapi informasi yang saya terima sejumlah tempat diduga jadi kuburan massal. Itu seperti di Pantai Kartini dan di hutan Jati di Kecamatan Kembang,” ungkap Istono.
Hal senda disampaikan Komandan Kodim 0719 Jepara Letkol, Inf. Ahmad Basuki. Pihaknya belum menerima laporan adanya lokasi yang diduga menjadi kuburan massal.

“Kalau di Pati memang ada (kuburan massal), tapi kalau di Jepara kami belum menerima laporan,” kata Basuki.


SUMBER : METROTVNEWS.COM (19-05-2016)

Kamis, 19 Mei 2016

Serapan Gabah ke Bulog Rendah


JEPARA – Serapan gabah kering dari petani ke Bulog belum memenuhi target. Petani yang masih lebih suka menjual gabahnya ke tengkulak disinyalir menjadi salah satu penyebabnya.

Hal itu disampaikan Komandan Kodim 0719 Jepara, Letkol Inf Ahmad Basuki, Rabu (18/5). Bulog Jepara hingga panen pada musim tanam kedua (MT-II) ditargetkan mampu menyerap gabah kering petani sebanyak 26.000 ton.

Hingga usai panen untuk musim tanam pertama (MT-I) dan memulai musim tanam kedua (MT-II), gabah kering petani baru terserap 8.000 ton. ”Jumlah itu sangat rendah.

Jika nanti panen MT-II juga hanya bisa menyerap dengan jumlah yang sama (8 ribu ton ñred), maka total 16 ribu ton, masih kurang 10 ton,” terang Basuki. Ia mengakui memang mendapatkan sejumlah kendala untuk bisa mencapai target tersebut.

Selain karena hasil panen yang tidak maksimal akibat serangan hama, juga karena serbuan tengkulak dari luar daerah. Mayoritas petani memang lebih memilih menjual gabah ke tengkulak karena harga beli yang lebih tinggi dibandingkan harga yang ditawarkan Bulog. ”Selisihnya Rp 200 per kilogram.

Meski tak terlalu besar, tapi bagi petani itu lumayan untuk menutup biaya produksi,” papar Basuki. Untuk mendekati target tersebut, ia menginstruksikan ke seluruh anggota untuk melakukan pendekatan pada petani agar mau menjual gabahnya ke Bulog.

Sebab selain memang diinstruksikan untuk melakukan pendampingan petani, mulai dari penanaman sampai panen, juga memiliki program khusus yakni Sergap (serapan gabah petani).

Kenaikan Harga

Disinggung mengenai kemungkinan penaikan harga dari Bulog di atas harga penetapan pemerintah (HPP) yang ditetapkan sebesar Rp 3.750, menurut Basuki itu tidak mungkin. Pasalnya, petani sudah mendapatkan sejumlah bantuan pertanian. Pekan lalu, pihaknya mendapat hibah eskavator.

Nantinya, alat tersebut diperuntukan petani untuk perluasan lahan atau penataan saluran irigasi. ”Alat bantuan itu untuk petani, silakan petani pinjam, gratis. Sementara alat-alat pertanian lainnya sudah kami bagikan ke petani,” pungkas Basuki sembari menunjukan bantuan eskavator untuk petani.

Sementara itu, Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Jepara meragukan tahun ini mencapai target produksi beras. Pasalnya, panen tahun ini mundur serta produktivitas tanaman padi yang masih rendah.

Tahun ini, produksi padi ditargetkan mencapai 270.134 ton gabah kering dari 32 ribu hektare lebih luas total sawah di Jepara. Target itu dipenuhi jika tiap hektare lahan mampu berproduksi sebanyak 8 ton. Tapi pada MT-I, rata-rata satu hektare lahan pertanian hanya 6,1 ton. (adp-24)
 
 
SUMBER : SUARAMERDEKACETAK (19-05-2016)

Rabu, 18 Mei 2016

Serapan Gabah Petani di Jepara Belum Memenuhi Target

Komandan Kodim 0719 Jepara Letkol, Inf. Ahmad Basuki menunjukan bantuan eskavator untuk petani. (Foto: MTVN/Rhobi)

Metrotvnews.com, Jepara: Komandan Kodim 0719 Jepara, Jawa Tengah, Letkol, Inf. Ahmad Basuki, menyebut target serapan gabah dari petani belum memenuhi target. Lantaran itu, dia memerintahkan anggotanya mendatangi rumah-rumah petani.

“Kami diberikan tugas kembali untuk melakukan pendampingan petani, mulai dari penanaman sampai panen. Untuk mencapai target serapan gabah petani, kami ada program yang namanya Sergap (serapan gabah petani),” ujar Basuki, Rabu (18/5/2016).

Basuki melanjutkan, Bulog Jepara menargetkan mampu menyerap gabah kering petani sebanyak 26.000 ton. Hingga musim tanam ke dua, gabah kering petani baru terserap 8.000 ton.

“Target ini sampai musim panen ke dua pada Juni mendatang. Itu sebabnya kami instruksikan ke seluruh anggota untuk melakukan pendekatan pada petani agar mau menjual gabahnya ke Bulog,” kata Basuki.

Basuki mengakui menghadapi beberapa kendala saat melakukan pendampingan. Selain serangan hama, serapan gabah juga rendah lantaran petani lebih memilih menjual hasil panen ke tengkulak dengan harga lebih tinggi.

“Padahal harga beli gabah Bulog dengan tengkulak selisihnya hanya Rp200. Pemerintah tidak mungkin menaikan harga lagi, karena petani sudah mendapatkan sejumlah bantuan pertanian,” kata Basuki.

Pekan lalu, ditambahkan Basuki, pihaknya mendapat hibah eskavator. Nantinya, alat tersebut bisa digunakan petani untuk perluasan lahan atau penataan saluran irigasi.

“Alat ini untuk petani, silakan petani pinjam, gratis. Sementara alat-alat pertanian lainnya sudah kami bagikan ke petani,” pungkas Basuki.
 
 
 
SUMBER :  METROTVNEWS.COM (18-05-2016)

Selasa, 17 Mei 2016

Tinjau Pos Koramil Karimunjawa


Jepara (13/5) Dalam rangka penambahan pos koramil di Karimunjawa, Korem 073/Makutarama mengirimkan personil untuk melaksanakan peninjauan medan di pulau Karimunjawa yang dipimpin Dandim 0719/Jepara Letkol Inf Ahmad Basuki. Kegiatan tersebut berlangsung selama 3 hari dan diikuti oleh Dandenkesyah 04.04.03 Salatiga, Dandenpal Salatiga, Dandenhub Salatiga, Wadanden Zibang Salatiga, Wadanden Bekang Salatiga, serta perwakilan dari Kodam IV/Diponegoro.

Wadandenzibang mendapat tugas untuk mengonsep perkantoran, Mess, kantor pos Koramil, perumahan/mess anggota, denah/gambar bangunan, untuk luas tanah + 1.000 m2 dan tempat di 3 lokasi yaitu Kemujan, Parang, Nyamuk. Untuk Dandenhub Rem 073 supaya mengonsep gelar komunikasi di Pulau Karimunjawa, penempatan lokasi/tempat di 3 lokasi pos ramil, peralatan pendukung dan spesifikasinya. Dandenkesyah mengkonsep untuk pos kesehatan serta dari Bekang mengkonsep untuk transportasi dalam pembangunan pos ramil tersebut.

Penempatan pos koramil di Karimunjawa memang harus ditinjau dan dibahas dengan seksama dan serius sehingga pembangunanya bisa berjalan sesuai dengan yang kita harapkan. Nantinya pos koramil bisa bermanfaat demi tetap tegaknya wilayah NKRI dan bisa memberi rasa aman bagi masyarakat yang ada di sekitarnya. (Penrem 073/Mkt) 
 
 
SUMBER : KOREM 073/MAKUTARAMA  

Senin, 16 Mei 2016

Dandim 0717/Purwodadi Pimpin Sertijab Danramil dan Pasiops Kodim

PURWODADI, suaramerdeka.com - Dandim 0717/Purwodadi Letkol Arh Jan Piter Gurning memimpin upacara acara serah terima jabatan Danramil dan Perwira staf di jajaran Kodim 0717/Purwodadi, belum lama ini.

Serah Terima Danramil 19/Tanggungharjo dari Kapten Inf Romdani Fitriadi Kepada Kapten Kav Adhitia Moch. Saleh dan Pasi Ops Dim dari Kapten Czi Dono Susilo kepada Kapten Inf Untung Hajanto. Kapten Inf Rondoni Fitriadi menjadi Pama Rem 073/Makutarama, sedangkan Kapten Czi Dono Susilo menempati jabatan baru menjadi Pasipers Dim 0719/Jepara.

Sebelumnya Kapten Kav Aditia Moch. Saleh menjabat Wadanramil 04 Dim 0734/Yogyakarta, sedangkan Kapten Inf Untung Harjanto menjabat Danramil 07 Dim 0705/Magelang. Dalam sambutannya Komandan Kodim 0717/Purwodadi Letkol Arh Jan Piter Gurning mengatakan, pergeseran dan perpindahan jabatan merupakan hal yang biasa dilakukan di lingkungan TNI AD.

Hal ini bertujuan untuk membetuk penyegaran dan pengalaman tugas guna peningkatan karier yang bersangkutan. Dandim juga mengucapkan selamat kepada para Perwira yang melaksanakan pindah dan pergeseran jabatan semoga dapat menjalankan amanah ini dengan sebaik baiknya dan selalu mendapatkan lindungan dan ridho-Nya.

“Juga saya mengucapkan terimaksih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dedikasi dan kinerja yang telah diberikan selama bertugas di satuan ini, semoga pengalaman yang telah di raih di satuan ini dapat menjadi bekal untuk melaksanakan tugas di satuan baru,” tegas Dandim.

Usai penandatanganan naskah serah terima jabatan, kegiatan dilanjutkan dengan tatap muka dan ramah tamah serta perkenalan dan pesan dan kesan bagi perwira yang baru masuk satuan Kodim 0717/Purwodadi.


SUMBER : SUARAMERDEKA.COM

Rabu, 04 Mei 2016

Kodim 0719 Jepara Minta Hasil TMMD Dimaksimalkan

Dandim 0719/Jepara Letkol Inf Ahmad Basuki menyalami warga dalam pembukaan TMMD yang berlangsung di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Selasa (3/5/2015). (Koran Muria/Wahyu KZ)
Dandim 0719/Jepara Letkol Inf Ahmad Basuki menyalami warga dalam pembukaan TMMD yang berlangsung di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Selasa (3/5/2015). (Koran Muria/Wahyu KZ)

Koran Muria, Jepara – Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sekuyung I Tahun 2016 di Kabupaten Jepara, dibuka di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Selasa (3/5/2016).

Kegiatan ini akan berlangsung selama 21 hari ke depan, dengan dua sasaran. Yaitu fisik dan nonfisik atau penyuluhan dari beberapa instansi yang ada di Jepara.

Untuk sasaran fisik yang akan dikerjakan antara lain pengecoran jalan rabat beton dan pembuatan saluran air sepanjang 155 meter dan lebar 0,60 meter. Selain itu, juga akan membuat 1 poskamling dan pembuatan jambanisasi untuk 10 kepala keluarga (KK).

TMMD ini sendiri, membutuhkan dana sebesar Rp 365 juta, yang berasal dari dari APBD provinsi sebesar Rp 160 juta, APBD kabupaten Rp 145 juta, swadaya masyarakat mencapai Rp 50 juta, dan dari interdep sebesar Rp 10 juta.


Dandim 0719/Jepara Letkol Inf Ahmad Basuki mengatakan, dengan adanya kegiatan ini, nantinya akan memberikan manfaat bagi masyarakat. Di antaranya menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk membangun desa secara gotong-royong.

”Juga dapat memperlancar transportasi perekonomian desa, dalam rangka meningkatkan pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan ketahanan wilayah serta meningkatkan kemanunggalan TNI dan rakyat,” katanya.

Dandim mengatakan, untuk kesempatan ini pihaknya juga mendapatkan bantuan berupa 1.000 bibit sengon laut dan 1.000 bibit trembesi dari Dishutbun Jepara. Selain itu juga mendapatkan sebanyak 130 kitab suci Alquran dari Kemenag Jepara.

Termasuk juga bantuan sembako untuk warga kurang mampu sebanyak 15 paket seharga Rp 1,5 juta dari Bank Jateng. Kegiatan ini juga memberikan pelayanan KB dari BP2KB sebanyak 102 asektor untuk pemasangan implan.

Dalam sambutannya, Bupati Jepara Ahmad Marzuqi mengatakan bahwa program TMMD telah berlangsung selama 36 tahun, dengan hasil kegiatan semakin dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

”Sehingga, kegiatan ini sampai saat ini masih dibutuhkan keberadaannya untuk membangun sarana prasarana dan infrastruktur di wilayah yang membutuhkan bantuan,” jelasnya.

Marzuqi menambahkan, progam ini merupakan trobosan yang efektif dan efisien dan produktif, dengan tekad pemerintah untuk memacu kreativitas dan prakarsa masyarakat dalam pembangunan.

”Sekaligus dapat membantu pemerintah untuk mengimplementasikan pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan di daerah, yang akan berdampak positif bagi pertahannan wilayah,” katanya.
 
 
SUMBER : Koran Jepara (3-5-2016)

Rp 365 Juta untuk TMMD Sengkuyung I


KELING – Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sekuyung I Tahun 2016 di Desa Tempur, Keling, Jepara dianggarkan Rp 365 juta. Sebagian besar dana untuk menyelesaikan proyek fisik. Kegiatan yang dibuka Bupati Jepara Ahmad Marzuqi, Selasa (3/5), akan berlangsung hingga 23 Mei mendatang.

‘’Program TMMD merupakan terobosan yang efektif, efisien dan produktif dengan tekad pemerintah untuk memacu kreativitas dan prakarsa masyarakat dalam pembangunan baik fisik maupun nonfisik.

Juga dapat membantu pemerintah untuk mengimplementasikan pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan di daerah yang akan berdampak positif bagi pertahannan wilayah,’’kata Bupati Jepara, Ahmad Marzuqi.

Pembukaan TMMD dihadiri Dandim 0719/Jepara Letkol Inf Ahmad Basuki, Ketua Pengadilan Agama Abdul Malik, Wakil Ketua DPRD Aris Isnandar, Wakapolres Jepara Kompol Juara Silalahi, Wakil Ketua Pengadilan Negeri Muslim dan Kasi Intel Kejaksaan Negeri Komang Rai. Bupati menyerahkan bantuan 130 Alquran (dari Kantor Kemenag) kepada Dandim untuk diteruskan kepada masyarakat.

Program

Pasiter Kodim 0719/Jepara Kapten Inf Ramelan dalam laporannya memaparkan, TMMD akan melaksanakan program fisik dan nonfisik. Sasaran fisik di antaranya, pengecoran jalan rabat beton serta pembuatan saluran air sepanjang 155 meter, lebar 0,60 meter. Lainnya, pembuatan 1 pos Kamling, pembuatan jamban untuk 10 keluarga.

Sumber dana kegiatan Rp 365 juta, berasal dari APBD Provinsi Jateng Rp 160 juta, APBD Kabupaten Jepara Rp 145 juta, swadaya Rp 50 juta dan dari instansi terkait Rp 10 juta. Manfaat kegiatan itu, di antaranya menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk membangun desa secara gotong royong, memperlancar transportasi, dan peningkatkan pemberdayaan, serta kemanunggalan TNI dan masyarakat.

Selain 130 Alquran, juga ada bantuan dari Dishutbun berupa 1.000 bibit pohon sengon laut, 1.000 trembesi dari Dihutbun Jepara, serta bantuan 15 sembako senilai Rp 1,5 juta. Adapun Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BP2KB) Kabupaten Jepara mengadakan pemutaran film dan pelayanan pemasangan implan kepada 102 akseptor.(kar-64)


SUMBER : SuaraMerdekaCetak (4-5-2016)